Memilih Sekolah Terbaik Untuk Anak

ingin sekolahan bagus, bersih, berprestasi dengan sarana yang cakep serta skema pendidikan yang tidak buat anak bosen sekolah….. Nah untuk yang paling akhir itu pengalaman saya, krn untuk saya sekolah itu MEMBOSANKAN! Walau sebenarnya tuch yaaa…bukan ingin sombong, ini fakta jika saya waktu di SD *catet SD* saya salah satunya murid berprestasi.

Memilih Sekolah Terbaik Untuk Anak

Ranking saya tidak jauh dari ranking 1 *catet lagi SATU* sampai bosen setiap thn dari kelas 1 s/d kelas 5 SD ranking saya tidak bergerak tetap ranking 1. Serta dahulu kala itu emak bapak saya bangga bgt punyai anak seperti saya gini. Walau sebenarnya sayanya mah biasa saja. Setiap ingin buat raport saya sudah tahu lebih dulu….aaaahhh tentu ranking 1 lagi!

Sempat sich bisa ranking 2 dikarenakan saya tidak sekolah 3 bulan karena sakit, tetapi walau tidak sekolah semasa 3 bulan, karena otak saya memang encer, jadi teteuppp donk dapet ranking walau hanya ranking 2. Tetapi itu narasi sekolah saya di wilayah, persisnya di Jambi. Kelas 5 SD saya pindah ke Bandung, serta dari sana saya bisa ranking 5 sampai lulus ya ranking 5 (narasi apa sich ini? oke skip).

Serta bersekolah di sekolah negeri itu buat saya benar-benar menjemukan. Selalu harus dengarkan guru, ngerjain PR yang setumpuk serta banyak ulangannya, kesibukan di luar sekolah juga tidak beberapa pilihan. Saya kurang senang dengan kesibukan seperti begitu. Tetapi saat semacam itu harus tetap dilewati kan yah….. klo tidak bagaimana kemungkinan pada akhirnya saya lulus kuliah, eh gini-gini saya alumnus UNPAD *sok bangga*

Berkaca pada pengalaman saya, karena itu saya berkemauan kalau dapat mencari sekolah SD yang se fun waktu Aya masih TK. Karena di TK yang saat ini ia terlihat fun serta bahagia benar-benar lah. Perlu ucap nama TKnya tidak? Sudah pada tahu kali yah, dengan cara diposingan dahulu sempat disebutkan. Yap! Aya sekolah di TK Madania Jl. Kahfi 1 Jaksel.

Di TK Madania ini fasilitasnya oke, mainannya banyak, ada mini kitchennya , ada kolam renang yang satu minggu sekali beberapa anak pada nge byur dari sana. Serta bukan sembarangan byar-byur tetapi beneran ada guru renangnya. Alhamdulillah 1thn sekolah disana Aya jadi dapat berenang. Didukung lagi sama guru-guru serta staff yang kompeten, helpernya banyak juga.

Di Madania itu sudah seperti rumah ke 2 buat Aya. Ia bahagia sangat! Saya juga untuk ortu berasa suka serta tenang nitipin Aya untuk tuntut pengetahuan *bermain semakin persisnya* di Madania. Serta saya tidak berani mengambil kebahagiaan itu setelah ia lulus kelak.

Orang katakan SD itu waktunya anak belajar semakin serius. aaahhh…. untuk saya mah belajar tidak harus serius sangat, toh saya tidak tuntut anak saya juara di akademik. Saya semakin menyenangi anak saya jadi pintar meskipun tidak paling pintar dikelasnya, berpengetahuan luas, kreatif, memiliki moral baik, serta nantinya dapat berkompetisi di masa globalisasi.

Di atas itu semua, saya inginkan kebahagiaan buat beberapa anak saya. Saya akan memaki-maki diri saya jika anak saya juara di akademik tetapi rupanya dalam prosedurnya ia tidak bahagia. Saya bisa menjadi ortu yang tidak bahagia jika dalam proses menjemput hari esok, beberapa anak saya tidak bahagia. Serta karena itu semua, dibutuhkan pertimbangan yang masak, dimana setelah itu sekolah yang cocok untuk Aya setelah TK, di SD mana??

Dari mulai SD yang dekat rumah sampai yang jauhnya audzubillaaaaahhhhhh….. alhamdulillah telah saya susuri. Serta semua sekolah tetap ada plus minusnya. Pada akhirnya saya sadar, jika semua sekolah itu pada intinya bagus. Saat ini bergantung dari keperluan serta kemauan kita akan sekolah itu, lalu cocokkan dengan anggaran.

Beberapa orang bersama-sama daftar di sekolah A yang tuturnya sangatlah baik sampai beberapa ibu juga ikhlas mendaftar anaknya yang baru lahir agar dapat diterima disekolah itu sekian tahun kedepan waktu usia anaknya cukup untuk sekolah. Walau sebenarnya sekolah yang baik untuk anak lain belum pasti pas untuk anak kita.

Setiap anak unik, setiap anak mempunyai keperluan yang lain akan pelajaran serta setiap orangtua mempunyai goals yang berlainan pada pendidikan anaknya. Karena itu pada akhirnya saya mengetahui jika untuk memperoleh sekolah kelanjutan yang paling baik buat buah kesayangan saya, tidak dengan jalan mencari catatan baik sekolah semata-mata, tetapi cari sekolah yang sesuai dengan goals saya pada anak, sesuai dengan keperluan serta kemauan saya serta anak tentu saja, selanjutnya sesuai dengan anggaran.

Lalu apa sich goals saya untuk pendidikan beberapa anak saya??

Sederhana sich, sama seperti yang saya katakan barusan saya cuma ingin anak saya pintar, kreatif, berpengetahuan luas, memiliki moral baik, serta nantinya dapat berkompetisi di masa globalisasi.

Selanjutnya saya harus cari sekolah yang bisa menampung semua goals saya, tentu saja sesuai dengan kemauan anak.

Kenapa saya ingin anak kecuali pintar kreatif?? Kepandaian umumnya terkait dengan belahan otak kiri, kreasi umumnya terkait dengan belahan otak kanan. Jika dapat saya ingin supaya otak kanan serta kiri anak saya kerja setimbang. Waktu kecil umumnya beberapa anak semakin menguasai otak kanannya, itu dapat dibuktikan dengan kreasi serta beberapa ide yang tetap dibuat anak.

Makin pertambahan umur, umumnya kekuatan otak kanan anak akan menyusut karena dibebani banyak pelajaran akademik yang memerlukan peranan otak kiri. Umumnya sekolah cuma memberatkan beberapa anak dengan hal akademik, sama-sama kejar nilai paling tinggi tanpa ada turut mempertajam kekuatan otak kanan. Walau sebenarnya untuk membuat generasi yang isyaAllah unggul harus dibuat kesetimbangan berpikir di antara otak kanan serta kiri.

Hingga kedua-duanya penting, karenanya kedua-duanya harus ditingkatkan dengan cara setimbang serta menyengaja supaya peranan semasing belahan berjalan setimbang serta sama-sama memperkuat. Bila cuma terlalu fokus pada salah satunya belahan karena itu belahan yang kurang bertumbuh akan terhalang serta tidak bertumbuh dalam jalankan manfaatnya.

Seorang bisa menjadi miskin kreasi jika dia semakin banyak dirangsang untuk memakai belahan otak kirinya saja, tapi seorang tidak bisa disebutkan kreatif waktu ia memakai otak kanan saja sebab suatu hal yang disebutkan kreatif sebab dilaksanakan atau dilakukan/ action, dimana ini dilaksanakan oleh otak kiri. Sebaliknya bila peranan belahan otak kanannya yang “tuturnya” semakin sering dipakai (menguasai) karena itu tidak ada aksi atau action dalam kehidupan setiap hari.

Apa Pintar saja masih kurang?

Selama ini saya banyak lihat orang pintar yang tidak mempunyai peluang kerja diperusahaan besar dengan bayaran yang tinggi. Tapi beberapa orang yang pintar serta kreatif dapat membuahkan uang banyak dari kombinasi kepandaian serta kreativitasnya. Kenapa demikian? Karena orang yang kreatif akan mempunyai inspirasi serta inspirasi hampir tetap membuahkan uang! Orang pintar serta kreatif, jika tidak memperoleh pekerjaan karena itu dia akan dapat membuat pekerjaan dari idenya. Memakai dua belahan otak semakin lebih hebat daripada satu saja.

Nah untuk selalu melatih otak kanan anak saya berjalan dengan baik, kekuatan musik, seni serta kreasinya harus terus diasah, jika tidak diakomodasi disekolah bermakna saya harus memberikan fasilitas di luar jam sekolah. Sesaat saya inginkan beberapa anak banyak bermain dengan saya serta papanya di luar jam sekolah. Karena itu saya memerlukan sekolah yang bisa menampung goals saya, dengan resiko apa saja supaya beberapa anak saya masih mempunyai banyak waktu senggang di luar jam sekolah tapi goals saya pada pendidikan anak dapat terwujud serta anak masih bahagia tentu saja.